Kamis, 20 Oktober 2011

Contoh Konflik antar kelompok


Syahsoza Puji (16110776)
2Ka24


Tugas Teori Organisasi Umum 1


Contoh Konflik antar kelompok


1. PENDAHULUAN

            Organisasi adalah wadah dimana orang berkumpul, saling berinteraksi dan berkomunikasi. Organisasi juga terbentuk karena adanya kesamaan visi dan misi yang ingin dicapai. Pada tulisan sebelumya saya membahas jenis organisasi profit dan non profit, dan tulisan kali ini saya akan mencoba membahas tentang konflik yang ada dalam organisasi, baik organisasi profit maupun organisasi non profit. Sebelum membahas konflik yang ada dalam organisai, terlebih dahulu kita harus mengetahui Pengertian konflik yang sebenarnya.

            Pengertian konflik organisasi adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota–anggota atau kelompok–kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya–sumber daya yang terbatas atau kegiatan–kegiatan kerja atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan tujuan, status, nilai atau persepsi.


            Konflik memeng kerap terjadi di dalam suatu organisasi. Baik itu konflik internal maupun konflik eksternal antar organisasi. Konflik yang terjadi kadang kala terjadi karena permasalahan remeh. Konflik terjadi karena adanya interaksi yang disebut komunikasi. Hal ini berarti pula, bila kita ingin mengetahui konflik berarti kita harus mengetahui kemampuan dan perilaku komunikasi. Semua konflik mengandung komunikasi, tapi tidak semua konflik berakar pada komunikasi yang buruk. Menurut Myers. Konflik pun tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diungkapkan secara nonverbal seperti dalam bentuk raut muka, gerak badan, yang mengekspresikan pertentangan (Stewart & Logan, 1993:341). Konflik tidak selamanya berkonotasi buruk, tapi bisa menjadi sumber pengalaman positif (Stewart & Logan, 1993:342).


Konflik Mempunyai 4 Tingkatan Yaitu:
·         Konflik intra perorangan
·         Konflik antar perorangan
·         Konflik antar kelompok
·         Konflik antar keorganisasian

Konflik Intra Perorangan
            Konflik ini muncul dalam diri seorang individu dengan pemikirannya sendiri (individu mengalami semacam tekanan-tekanan dlm dirinya sendiri secara emosional.

Konflik Antar Perorangan
            Terjadi antara  satu individu dengan individu lain atau lebih, biasanya disebabkan oleh adanya perbedaan sifat & perilaku setiap orang dalam organisasi.

Konflik Antar Kelompok
            Terjadi apabila diantara unit-unit kelompok mengalami pertentangan dengan unit-unit dari kelompok lain, pertentangan ini bila berlarut-larut akan membuat koordinasi & integrasi kegiatan menjadi terkendala/mengalami kesulitan.

Konflik Antar Keorganisasian
            Konflik bisa juga terjadi antara organisasi yang satu dengan yg lain, karena adanya ketidakcocokan  suatu badan terhadap kinerja suatu organisasi

Sebab Terjadinya Konflik:
·         Persaingan terhadap sumber-sumber daya yg langka
·         Ketergantungan tugas (interdependence)
·         Gaya-gaya individual 
·         Kekaburan batas-batas bidang kerja
·         Kriteria kinerja yang tidak sesuai
·         Perbedaan nilai-nilai atau persaepsi
·         Perbedaan-perbedaan Tujuan & Prioritas

Menghindari Konflik
            dalam realita, konflik merupakan sesuatu yang sulit dihindarkan dan sulit untuk mencegahnya, dikemukakan bahwa perlu juga membuka segala hal yang menyebabkan orang tidak setuju satu sama lain terhadap suatu hal. Caranya dengan:
1.      Kebijaksanaan pintu terbuka
2.      Prosedur kalah
3.      Kotak saran
4.      Rapat Anggota
5.      Pertemuan kelompok


2. TEORI

            Seperti penjelasan pada pendahuluan di atas bahwa konflik mempunyai 4 tingkatan yaitu: Konflik intra perorangan, Konflik antar perorangan, Konflik antar kelompok, dan Konflik antar keorganisasian. Saya akan mengambil contoh kasus Konflik antar kelompok yaitu kasus tauran kelompok wartawan dengan pelajar.


WARTAWAN VS SMA 6 JAKARTA

            bermula pada hari Jumat (16/09). Seperti biasa, SMA 6 dan SMA 70 tawuran. Pada saat kejadian itu berlangsung, kebetulan wartawan Trans 7 meliput kejadian tersebut. Menurut berita anak SMA 6 kurang suka diliputnya aksi tawuran mereka. Akhirnya mereka merampas video rekaman tersebut dan melakukan pengeroyokan kepada wartawan tersebut yang bernama Angga Oktaviardi (news.okezone.com).

            Karena hal tersebut, akhirnya keesokan harinya wartawan berkumpul di depan SMA 6 untuk meminta pertanggungjawaban sekolah. Kejadian ini berlangsung pada saat istirahat ke-2. Pada saat pulang sekolah, siswa-siswi tidak dapat langsung keluar karena banyaknya wartawan yang mencoba masuk. Para siswa diamankan dengan mengunci gerbang sekolah.

            perwakilan dari wartawan melakukan pembicaraan dengan SMA 6 di sekolah. Namun, pembicaraan yang berlangsung baik-baik itu, tidak dibarengi dengan tindakan wartawan dan siswa di luar sekolah. Bentrokan terjadi dan polisi mencoba menenangkan dengan mengeluarkan tembakan di udara.

            Empat wartawan menjadi korban. Mereka adalah Yudistiro, wartawan SINDO; Banar Fil Ardi, wartawan online Kompas.com; Panca Surkani, wartawan Media Indonesia dan Septiawan, wartawan Sinar Harapan.

            Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto membantah bahwa pihaknya tak melakukan tindakan dalam menghentikan sejumlah kasus tawuran yang sering terjadi di SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. namun, ia membenarkan bahwa pertikaian antarkedua sekolah tersebut memang telah terjadi puluhan tahun. “Akar tawuran sma 6 itu harus kita lihat. Itu kan sudah puluhan tahun. Saya belum tahu, tapi analisis saya apakah pertentangan antara SMA 6 dan SMA 70 diwariskan. Itu yang harus dicari. Itu bukan hanya tugas Polri, tetapi semua pihak,” tuturnya.

3. PEMBAHAASAN

            Tentu kita tau tugas wartawan adalah mencari berita dan tugas seorang pelajar adalah mencari ilmu,  menuntut ilmu setinggi langit, bahagiakan orang tua dan raih cita-cita. Bukan untuk meninggikan emosi dan sifat egois dalam diri yang akhirnya anarkis membunuh nurani kalian.

            Kasus kekerasan siswa SMA 6 terhadap wartawan merupakan cerminan belum dewasanya masyarakat dalam menyelesaikan masalah dan konflik. KPAI melihat kasus ini  adalah kegagalan pendidikan karakter di sekolah.

Mengapa bisa terjadi tauran?

Faktor seringnya tauran:
ü  faktor psikologi
ü   budaya
ü  sosiologis
ü  faktor internal: keluarga, ekonomi dan faktor lingkungan

            Awalnya peristiwa ini terjadi karena kebiasaan dari SMA 6 dan SMA 70 yang sudah mempunyai konflik dari tahun ke tahun. Sebenarnya wartawan hanya memenuhi tugasnya untuk mencari berita, yang kebetulan wartawan sedang meliput tauran antar pelajar tersebut. Tauran memang sering terjadi di kalangan pelajar, tidak heran kalau pencari berita sering memberitakan tentang tauran antar pelajar. merampas video rekaman dan melakukan pengeroyokan kepada wartawan bukanlah prilaku yang tepat. Kalian adalah pelajar Indonesia, sudah seharusnya berusaha untuk menggapai cita-cita, berusaha membahagiakan orang tua yang sudah banting tulang membiayai pendidikan kalian. jangan sampai image Tawuran adalah Realita Pelajar Indonesia melekat pada diri kalian, pelajar Indonesia harus mampu membuktikan bahwa kalian bisa, singkirkan sifat egois dan emosi tinggi, demi tercapainya cita-cita

            seharusnya kasus kekerasan tersebut harus dituntaskan, dengan melakukan penegakan hukum tanpa bulu. Dalam arti pelajar yang bersalah perlu diberi pembinaan, demikian juga jika ada wartawan yang terlibat tindak kekerasan juga harus diproses.

            Seluruh pihak harus introspeksi dengan memberikan keteladanan akan pentingnya harmoni serta penyelesaian masalah dengan damai. Pertikaian dan konflik yang ditunjukkan para elit telah memberikan efek psikologis anak untuk bertindak anarkis.

Simpulan
            konflik merupakan hal yang  tidak  bisa  dihindari dalam sebuah organisasi, disebabkan oleh banyak factor yang pada intinya  karena organisasi terbentuk dari banyak individu & kelompok yang memiliki sifat & tujuan yg berbeda satu sama lain.

            Kehadiran konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu karyawan, konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan, sebaliknya apabila konflik tidak ditangani dengan baik serta mengalami eskalasi secara terbuka dapat merugikan kepentingan organisasi.

Sumber:
http://www.tempo.co
http://suaramerdeka.com
http://metro.kompasiana.com
http://jurnal-sdm.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
Elearning.gunadarma.ac.id




0 komentar:

Poskan Komentar

Mohon maaf karena comment yang masuk tidak dapat langsung ditampilkan, karena harus melalui comment moderation terlebih dahulu oleh saya, comment yang layak untuk ditampilkan akan saya tampilkan.. terima kasih..