Kamis, 06 Juni 2013

Kucing

Menurut saya kucing adalah binatang yang mempunyai ekspresi paling banyak , tingkah lakunya sangat lucu. Sangat menghibur, apalagi jika saya sedang  tidak ada teman, bahkan bisa menghibur jika saya sedang penat dengan masalah yang ada.

Tetapi kesuakaan saya dengan kucing mendapat larangan keras dari orang tua, saya sering sekali dimarahi jika bermain dengan kucing. Suatu ketika mama saya bercerita tentang kehawatiranya terhadap saya yang sering bermain kucing, mama saya takut kalau anaknya terkena penyakit yang bersumber dari kucing, entah itu bulunya atau kotoranya.

Bulunya yang rontok dan masuk kedalam tubuh kita sangat berbahaya sama juga dengan aroma kotoranya, sebenarnya saya sudah mengetahui berbagai bahaya yang dapat timbul dari kesukaan saya terhadap kucing, tapi saya selalu tergoda dengan tingkah laku kucing apalagi jika kucing tersebut dalam taraf anak sampai remaja itu sangat menggemaskan. Sekarang yang saya lakukan lebih waspada agar orang tua saya tidak khawatir lagi.





Ruang J1517


Akhir-akhir ini saya semakin sering berada di ruang J1517, ruang J1517 adalah ruang Laboratorium System Informasi(LABSI) yang berada di kampus kalimalang(J1) lantai lima ruang 17, didalam ruangan itu terdapat asisten-asisten LABSI, ruang 1517 memang tidak terlalu besar tapi cukup nyaman untuk kami para asisten beristirahat dan berkumpul.

Saking seringny saya berada di ruang asisten, ruangan itu sudah seperti rumah kedua. Datang pagi pualang sore itulah kebiasaan saya saat ini, dalam diruangan saya bisa bekerja jika mendapat tugas, diskusi, berkumpul, bercanda, dapat juga  beristirahat.

Suatu pagi ketika saya datang keruang asisten saya merasa jenuh dan cape dengan kegiatan yang berulang seperti ini, jenuh memang dapat datang kapan saja, apalagi ketika tidak enak badan dan butuh istirahat. Tapi ketika kita telah diberikan tanggung jawab dan kewajiban kita harus menjalaninya, rasa cape dan jenuh yang saya alami memang harus saya tangani dengan berbagai cara, agar segalanya berjalan dengan seharusnya.




Tanggung jawab


Setelah satu semester saya menjadi Asisten Laboratorium Sistem Informasi(LABSI) saya di berikan kepercayaan dan tanggung jawab menjadi ketua Asisten, awalnya saya takut, saya juga merasa belum pantas, tetapi setelah saya menjalani tugas sebagai ketua selama satu semester ini ternyata tugas menjadi ketua sangat menarik. Tugas dari Ketua Asisten adalah mengatur jalanya praktikum di dalam Laboratorium, awalnya membacakan peraturan LABSI dan memastika peraturan itu ditaati, mengatur dan mengawasi asisten yang bertugas, mengabsen praktikan, dan diakhir nanti tugas ketua yang paling penting adalah membuat laporan untuk mempertanggung jawabkan hasil praktikum yang sudah berlangsung. Laporan itu berisi siapa saja praktikan yang di delete, yang mendapat belangko, dan yang gagal ujian.


Tipe-tipe orang dalam menjadi ketua berbeda-beda, tapi menurut saya ketua itu harus tegas dan disiplin. Sebenarnya tugas ketua itu santai, tapi penuh dengan tanggung jawab, kerena harus mempertanggung jawabkan segala keputusan yang diambil. Tugas dan tanggung jawab inti dari seorang ketua adalah mempersatukan semua anggota yaitu asisten dan kerjasama dengan orang lain yang berada diluar anggota yaitu praktikan, jadi kita juga harus bekerja sama dengan praktikan agar praktikum dapat berjalan dengan baik.

Tawaran SarMag

Pada perkuliahan semester 1 dan semester 2 saya mendapatkan IP(Index Prestasi) yang memuaskan dan pada puncaknya pada semester 3 setelah masuk kelas baru di kelas 2ka24 saya mendapat undangan untuk menghadiri seminar yang menjelaskan tentang SarMag(Sarjana Magister).

Sarmag(Sarjana Magister) ini adalah program study untuk menempuh S2 dalam waktu 4 tahun, waktu tempuhnya sama dengan s1 reguler, dari awal saya memang tidak berminan karena kampus yang jauh, biaya yang mahal, saya sudah merasa terbebani dengan biaya kuliah yang mahal, kalau ikut program SarMag saya juga harus menambah uang kuliah tambahan untuk S2 nya.

Setelah saya mengikuti seminar itu, saya mendapat banyak penjelasan. Hasil seminar tersebut saya laporkan ke orang tua, setelah kami diskusi dan memikirkan dengan banyak pertimbangan kami bersepakat untuk tidak menerima tawaran SarMag.

Dosen saya pernah bilang kalau kesempatan tidak datang dua kali, jadi jagan pernah menyiayiakan kesempatan yang datang pada hidup kita, walpun begitu saya tidak menyesal memilih jalan ini, karena inilah pilihan yang terbaik untuk saya, karna hidup adalah pilihan.


Study Banding

Saya akan berbagi sedikit cerita mengenai kunjungan kerja yang saya ikuti bersama dengan para Staff dan juga Dosen Jurusan Sistem Informasi tanggal 14 mei bulan lalu, jadi acara ini merupakan acara gabungan antara Jurusan SI yang ada di Gunadarma Kalimalang dan juga Depok kebetulan saya mewakili Kalimalang beserta 14 orang teman-teman saya lainnya.

Pagi-pagi sekali saya harus segera bergegas menuju Halte bis tempat dimana nanti kami dijemput dengan bis dari Depok bersama dengan 14 teman-teman saya yang mewakili Asisten dari LabSITujuan kami adalah mengunjungi PT.Inti yaitu perusahaan yang bergerak di bidang Telekomunikasi dan juga PT. Pudak Scientific yaitu perusahaan yang membuat alat-alat peraga di bidang IPTEK, tujuan pertama yaitu PT.INTI, kami sampai disana jam 10, disana kami mendengarkan presentasi mengenai segala hal yang berhubungan dengan perusahaan tersebut, hal yang paling menarik yaitu ketika sedang dibahas mengenai IP Security yaitu bagaimana mengamankan sebuah jaringan dengan menggunakan IP.

Setelah itu tujuan kedua kunjungan kami ke PT.Pudak Scientific, sampai disana kami diajak berjalan-jalan mengitari perusahaan tersebut untuk melihat bagaimana proses pembuatan alat peraga IPTEK tersebut dibuat, sungguh merupakan sebuah perjalanan yang sangat menarik, dari situ saya bisa tahu bahwa alat peraga yang ketika SMA saya gunakan ketika mata pelajaran Fisika itu dibuat dan juga mengerti bagaimana proses-prosesnya.


Kunjungan kerja ini sangant menyenangkan sekaligus melelahkan, karena kegiatan yang padat, tapi semua itu akan menjadi pengalaman yang paling berharga buat saya.


PTN vs PTS


Setelah UN  berlalu saya fokus belajar untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negri(PTN), saya  juga belajar di Nurul Fikri(NF) dengan bayaran yang lumayan mahal, pada saat itu saya sangat menyesal dikarenakan tidak sungguh-sungguh dalam belajar karena  belum menemukan cara belajar yang cocok,  jadi belajar tidak maksimal, hasil Tray out juga tidak memuaskan.

Tes demi tes saya lalui mulai dari tes UMB, SNMPTN, SIMAK UI, STIS dan STAN. Saya sangat berharap masuk ke salah satu perguruan negri yang saya pilih, tapi kegagalan selalu datang. Perasaan saya waktu itu sedih, kecewa pada diri sendiri, dan kecewa karena mengecewakan harapan orang tua. 

Saya benar-benar tidak meyiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi Swasta(PTS), karena berharap besar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri(PTN), ketika disaat saya merasa kesempatan masuk PTN telah berakhir saya baru mencari PTS dan orang tua memberi pilihan antara BSI, LP3I dan gunadarma dengan alasan universitas tersebut dekat dengan rumah .

Universitas Gunadarma adalah kampus yang terdekat dari rimah saya, jadi saya memilih kampus Universitas Gunadarma, padahal sebelumnya saya mendapatkan beasiswa dari Universitas Gunadarma, dan saya tolak karena saya ingin sekali masuk PTN dan mau usaha terlebih dahulu mengikuti tesnya, pada akhirnya saya masuk juga ke Universitas Gunadarma ini dengan jalur umum tanpa beasiswa.


Setelah saya masuk di Universitas Gunadarma saya merasa saya bisa berkembang di sini, jika saya masuk Universitas Swasta belum tentu saya bisa berkmbang. Inilah takdir Allah dan saya percaya kalau inilah yang terbaik.

Banjir 2013


Sudah 13 tahun saya tinggal di perumahan Pondok Mitra Lestari, memang dari awal pindah kami sekeluarga telah mengetahui bahwa perumahan Pondok Mitra Lestari menjadi langgnan banjir, tapi alhamdulillah rumah saya daratannya lebih tinggi di banding rumah-rumah lainya. Tiap kali banjir melanda perumahan kami, air hanya mengenangi hingga teras rumah.

Perumahan Pondok Mitra Lestari akan terjadi banjir jika mendapat kiriman dari kali bekasi yang meluap, tetapi jika hujan yang berhari-hari perumahan PML aman dari banjir. Banjir kiriman datang tiap 5 tahun sekali dan tahun 2013 bertepatan dengan periode banjir tahunan.

Pada tgal 17 januari saya sekeluarga asik menonton tv, karna hebohnya berita banjir. Dari dua hari sebelumnya hujan tidak kunjung berhenti, hasilnya daerah Hotel Indonesia yang biasanya tidak pernah banjir kini merasakan banjir. Daerah HI banjir dikarenakan saluran pembuangan air yang tidak berjalan dengan baik.

Keesokan harinya kali bekasi pun meluap dan perumahan PML mendapat kiriman. Air mengalir deras ke prumahan kami, ketika air banjir mencapai teras rumah kami arus air kiriman masih kencang, dan air terus meninggi, hingga air masuk kedalam rumah walaupun hannya 10cm. Ini adalah banjir yang paling tinggi yang pernah kami alami.
Alhamdulillanya barang-barang bisa kami selamat dan hikmanya setelah banjir datang rumah kami jadi bersih dengan kerja sama sekeluarga, kerja terasa ringan, Kebersamaan semakin erat, dan kami semakin sadar untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi banjir lagi.